Sabtu, 29 September 2012

Model Data Relational


● Model Data Relational → kumpulan table berdimensi dua dengan masing-masing relasi tersusun atas tuple(baris) dan atribut(kolom) pada suatu basis data.
1. Tabel → suatu model data yang meletakkan data dalam bentuk relasi.
2. Attribute → kolom pada sebuah relasi.
3. Tuple → baris pada sebuah relassi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
4. Domain → seluruh kemungkinan nilai yang dapat diberikan ke suatu attribute.
5. Degree → jumlah atribut dalam sebuah relasi.
6. Cardinality → jumlah tuple dalam sebuah relasi.
7. Relasi  → sebuah table yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Setiap relasi memiliki schema yang mendiskripsikan nama relasi dan atribut beserta tipenya.
Contoh = mahasiswa (nim : string, nama_mhs : string)

nim
Nama_mhs
Jurusan
01001
Twin
Teknik Informatika
01002
Andy
Teknik Informatika
01003
Budi
Teknik Mesin
01004
Sartika
Teknik Elektro
01005
Iwan
Teknik Elektro

Keterangan : mahasiswa adalah nama relasi. Nim dan nama_mhs adalah nama atribut. String adalah tipe dari atribut.
● Mendifinisikan domain :
1.       Memberikan nama domain yang sesuai dengan nnilai yang akan dimiliki domain tersebut.
2.       Menentukan tipe data dari nilai yang akan membentuk domain.
3.       Menentukan format dari domain.
● Kunci atribut dari relasi :
1.       Candidate Key → atribut yabf digunakan untuk membedakan antara satu baris dan dengan baris yang lain. Contoh : nim, nama_mhs, tgl_lhr
2.       Primary Key → candidate key yang digunakan untuk mengidentifikasikan tuple yang unik pada suatu relasi. Contoh : nim
3.       Alternatite Key → candidate key yang tidak menjadi primary key.
4.       Foreign Key → sebuah atribut dalam suatu relasi yang merujuk ke primary key relasi lain. Contoh : nim dengan kd_mk
● Batasan-batasan Integritas → suatu batasan-batasan yang diberikan terhadap suatu relasi. Ditetapkan ketika schema didefinisikan. Dicek ketika relasi-relasi dimodifikasi atau dimanipulasi(penambahan, pengubahan, penghapusan, dan pencarian/menampilkan data).
● Relational Integrity Rules
1.       Null → suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris(tuple) tersebut. Nilai null digunakan untuk menyatakan/mengisi atribut-atribut yang nilainya memang belum siap/tidak ada.
2.       Entity Integrity → tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.
3.       Referential Integrity → garis  yang menghubungkan antara satu table dengan table lain.
Contoh :
Pelanggan
No_pelanggan
nama
alamat
Pesanan
No_pesanan
tanggal
No_pelanggan




Minggu, 23 September 2012

Diagram E-R


Diagram E-R
Entity Relationship Model :
1.  ER Model model yang digunakan untuk menggambarkan data dalam bentuk entity, atribut, relationship antar entitas. ER masih berupa konsep sehingga belum bisa diimplementasikan ke data yang sebenarnya. ER Model juga menjembatani antara objek nyata dengan data.
2.  ER Diagram merupakan diagram yang menghubungkan antar entitymengekspresikan secara logis dengan simple dan jelas.

●Entitas → objek yang ada dapat dibedakan dengan objek lain dalam dunia nyata dan seringkali mempunyai hubungan dengan objek lain. Entitas juga memiliki atribut.
Contoh : 1. Manusia : mahasiswa, pasien, pegawai
                2. tempat : took, gudang
                3. kejadian : jatuh, kecelakaan
●Entity sets → kumpulan entitas yang mempunyai tipe yang sama. Misal : kumpulan entitas mahasiswa.
●Attribute → property deskriptif yang memiliki oleh semua anggota dari semua sets entitas dan memiliki kunci atribut ( primary key) yang bersifat unik (hanya satu).
Contoh : mahasiswa : NIM, nama, tempat tgl lahir, jenis kelamin, alamat.
Contoh primary key : NIM
¬ Value sets (domain) dari attribute → nilai yang di isi dari masing-masing atribut.
●Jenis atribut :
1. Atribut sederhana / atomic atribut → komponen tunggal, tidak bisa diuraikan lagi. Contoh :   NIM.
2. Atribut komposit → bisa diuraikan. Contoh : alamat mahasiswa.
3. Atribut berharga tunggal/single valued attribute → mempunyai suatu nilai pada entitas tertentu. Contoh : jenis kelamin.
4. Atribut berharga banyak/multi valued attribute → terdiri dari sekumpulan entitas. Contoh : hobi.
5. Atribut derivatif/ derived attribute → atribut yang dihasilkan dari atribut lain yang tidak berasal dari 1 entitas. Contoh : umur (tgl lahir).
●Relationship → hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. Dapat memiliki atribut jika adanya transaksi yang menghasilkan suatu nilai tertentu.
Contoh : mahasiswa dengan NIM = “5302411035” dan nama = “ATR”
  Berelasi dengan MK, kd_mk = “SBD02” dan mata_kuliah = “ Basis Data”
Relasi antara kedua entity adalah mahasiswa sedang mengambil mata kuliah tersebut.
●Cardinality Ratio → menjelaskan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lain. Macamnya :
   1. 1 to 1 → satu entitas hanya dapat berhubungan dengan 1 entitas.
            2. 1 to many satu entitas yang mempunyai hubungan dengan sejumlah entitas.
  3. Many to many sejumlah entitas yang mempunyai hubungan dengan sejumlah entitas.

● Tahap Pembuatan Entity Relationship Diagram :
   1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entity.
   2. Menentukan atribut pada tiap entity.
   3. Menentukan atribut primary key.
   4. Menentukan relationship.
   5. Menentukan atribut pada tiap relationship.
   6. Menentukan cardinality ratio.
   7. Menentukan participant constraint.

Selasa, 18 September 2012

Lingkungan dan Sistem Basis Data

Apa itu data? Apa itu informasi?
1. Data merupakan fakta-fakta yang masih mentah dan perlu diolah lagi oleh penerimanya.
2. Informasi adalah suatu data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti dan penting serta mempunyai nilai yang nyata sehingga bermanfaat dan berguna bagi penerimanya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem basis sata adalah kumpulam suatu data yang disimpan dalam komputer dan saling berhubungan (terintegrasi) serta cara penyimpanannya tanpa pengulangan sehingga dapat dimanfaatkan lagi dengan cepat.

Objektif basis data meliputi :
1. Kecepatan dan kemudahan (speed) : berarti sistem basis data mampu lebih cepat dan lebih mudah dalam memanipulasi atau menampilkan data.
2. Efisiensi ruang penyimpanan (space) : Efisiensi ata optimalisasi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan melakukan penekanan jumlah redudansi data, karena dalam penyimpanannya tidak dilakukan pengulangan.
3. Kebersamaan (security) : Sistem basis data mempu menentukan siapa pemakai yang boleh menggunakan basis data, objek-objek yang ada di dalamnya dan dapat menentukan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan oleh pengguna. Sehingga tingkat keamanannya terhitung tinggi.

Komponen basis data meliputi :
1. Hardware (perangkat keras komputer), berfungsi untuk pengelolaan sistem dan data.
2. Sistem operasi, yaitu yang mengaktifkan dan memfungsikan komputer.
3. Database, berfungsi untuk menyimpan data yang ada nantinya.
4. DBMS (Database Management System), software untuk mengelola basis data. Contohnya : xampp, oracle, Ms.SQL,Ms Access, My SQL, PostgreSQL, dan DBL.
5. User, yaitu pengguna sistem basis data tersebut.
6. Application, adalah software yang digunakan dalam perencanaan basis data yaitu untuk membuat pemodelan data. Contohnya : Power Designer, DB Designer, Visible Analyst, dll.

Arsitektur basis data, yaitu :
1. Stand Alone : hanya bisa dipakai oleh 1 pemakai saja.
2. Sistem terpusat : terdiri dari 1 server dan sejumlah terminal.
3. Sistem client server : sistem tambahan yang berguna untuk mengatasi kelemahan pada sistem terpusat.

Bahasa basis data ada 2, yaitu :
1. Data Definition Languange (DDL), contohnya : create database, create table, alter table, dropping table, dll.
2. Data Manipulation Languange (DML), contohnya : insert, delete, update, dll.

Enjoy it..... :D

Rabu, 12 September 2012

SISTEM BASIS DATA

Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Lingkungan basis data

Lingkungan basis data adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih dalam lingkungan basis data, pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis’.

Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):

-Microsoft SQL Server
-Oracle
-Sybase
-Interbase
-XBase
-Firebird
-MySQL
-PostgreSQL
-Microsoft Access
-dBase III
-Paradox
-FoxPro
-Visual FoxPro
-Arago
-Force
-Recital
-dbFast
-dbXL
-Quicksilver
-Clipper
-FlagShip
-Harbour
-Visual dBase
-Lotus Smart Suite Approach
-db2

Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data aras rendah (low level), diantaranya:

-Btrieve
-Tsunami Record Manager